PEMANFAATAN CENDAWAN ENTOMOPATOGENIK ISOLAT LOKAL POSO POTENSINYA SEBAGAI BIOINSEKTISIDA HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen)

Meitry Tambingsila

Sari

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. sebagai biopestisida terhadap penggerek buah kakao (C.cramerellaSnelen) di laboratorium dan di lapang. Luaran penelitian berupa didapatkan informasi potensi Penicillium sp. sebagai agensia pengendali penggerek buah kakao C.cramerella yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber acuan dalam program Pengendalian OPT  di pertanaman kakao secara terpadu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium IAD Universitas Sintuwu Maroso Poso dan Perkebunan kakao Kec. Poso Pesisir dan Lage yang berlangsung selama 6 bulan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan C1 = Tanpa Pupuk Organik + Tanpa Penicillium; C2 = 100cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium knsentrasi spora 107; C3 = 100cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;C4 = 150cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;C5 = 150cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora107; C6 = 200cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;  C7 = 200cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora 107. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Penicillium sp isolat lokal Poso yang di dapatkan dari rhizosfer tanaman jagung dan dari kadafer di perkebunan kakao dapat menyebabkan mortalitas larva instar terahir dan pupa PBK pada uji bioassay di laboratorium dan cendawan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bioinsektisida karena dapat menurunkan pesentase buah kakao terserang PBK yang diaplikasikan di kebun kakao di dataran rendah dan dataran menengah/ sedang masing-masing sebesar 62,96 hingga 88% dansebesar 36,53 hingga 90,7%.

 

Kata Kunci: Tanaman Kakao, Penggerek Buah Kakao (PBK), Cendawan Penicillium sp

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Abadi, A.L. 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan 3. Bayumedia Publishing. Malang: hlm. 145

Agung, T D. H. dan A.Y. Rahayu. 2004. Analisis Efisiensi Serapan N, Pertumbuhan, dan Hasil Beberapa Kultivar Kedelai Unggul Baru dengan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Pupuk Hayati. Agrosains. Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. 6 (2): 70-74

Agus.N,A.P.Saranga, A.Rosmana and M. Tambingsila, 2013. Potensi Cendawan Rhizosfer sebagai Agens Pengendali Hayati Hama dan Penyakit Tanaman Kakao. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan. 20 Januari 2015. http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/6613. 03 maret 2015

Barnett, H.L and Hunter, 1998. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Burgess Publishing Company Mineapolis.

Hamdani, Yaherwandi dan Trizelia, 2011. Potensi Cendawan Entomopatogen Indegenus sebagai Pengendali Hayati Hama Penggerek Buah Kakao Conopomorpha cramerella Snell.

Pedigo, L.P. dan Buntin, G.D. 2003. Handbook of Sampling Methods for Arthropods in Agriculture. CRC Press. London-Tokyo. 714 pp.

Peterson, R.R.M, Simmond,M.S and Blaney, W.W. 1987. Mycopesticidal Effect of Characterized Extracts of Penicillium Isolates and Purified Secondary Including Metabolites (Including mycotoxin) on Drosophila melanogaster and Spodoptera littoralis J. Invertebr.Pathol.50.124-133.

Tree Crop Estate Statistics Of Indonesia 2014-2016. Directorate General of Estate Crops. Desember 2015.

Tanaka,Y and H.k.Kaya.1993. Insect Pathology. Academic Press Inc. Harcout Brace Jovanivich Publ.

Watanabe, T.2010. Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi, Morphology of Cultured Fungi and key to Species (Third Edition)CRC Press, Taylor and Francis Grup, LLC. United States of America.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.