Kadar Fe Total Pada Tanah Sawah Rawa Lebak Di Kabupaten Poso

Ita Mowidu, Bambang Hendro S, Sri Nuryani H. U

Sari

Penelitian kadar Fe total pada tanah sawah rawa lebak di kabupaten Poso telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2013. Sampel tanah composit diambil pada 7 titik yang mewakili tanah yang berasal dari bahan induk pompangeo complex, alluvium coastal deposits dan lake deposits pada regim curah hujan tinggi, sedang dan rendah. Analisis Fe total dilakukan dengan cara pengabuan basah menggunakan campuran HNO3 dan HClO4, dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Fe total tanah sawah rawa lebak di kabupaten Poso termasuk kategori (harkat) sangat tinggi dengan rentang kadar dari 1,16% sampai 2,26%.  Berdasarkan jenis bahan induk, kadar Fe total semakin tinggi dengan makin rendahnya curah hujan; makin tinggi curah hujan makin rendah kadar Fe total tanah. Pada regim curah hujan tinggi, kadar Fe total pada pompangeo complex lebih tinggi (1,21%) dari alluvium coastal deposits (1,16%). Pada regim curah hujan sedang, kadar Fe total semakin menurun berturut-turut pada pompangeo complex (2,12%), alluvium coastal deposits (1,99%) dan lake deposits (1,24%). Pada regim curah hujan rendah, kadar Fe total pada pompangeo complex lebih tinggi (2,26%) dari lake deposits (2,16%). Berdasarkan regim curah hujan, bahan induk pompangeo complex memberikan kadar Fe total tanah lebih tinggi diikuti oleh bahan induk alluvium coastal deposits dan lake deposits.

Kata Kunci

Fe total, sawah rawa lebak, bahan induk, regim curah hujan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Amnal, 2009. Respon Fisiologi Beberapa Varietas Padi Terhadap Cekaman Besi. Tesis. Sekolah Pascasarjana institut Pertanian Bogor, Bogor.

BPS, 2011. Kabupaten Poso Dalam Angka 2011. BPS Kabupaten Poso bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Poso.

Dobermann, A. & T.H. Fairhurst, 2000. Rice: Nutrinet Disorders & Nutrient Management. Potash & Phosphate Institute (PPI), Potash & Phosphate Institute of Canada (PPIC) & International Rice Research Institute (IRRI).

Eviati & Sulaeman, 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dab Pupuk. Petunjuk teknis. Edisi 2. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Marschner, H., 1997. Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic press. London.

Mengel, K. & E.A. Kirckby, 1987. Principles of Plant Nutrition. 4th Ed. International Potash Institute. Switzerland.

Noor, M., 2007. Rawa Lebak: Ekologi, Pemanfaatan dan Pengembangannya. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Patrick, W.H. & C.N. Reddy, 1978. Chemical Change in Rice Soils in International Rice Research Institute. Soils and Rice. Los Banos. Philippines.p 361- 380.

Reddy, K.R. & R.D. Delaune, 2008. Biogeochemistry of Wetlands: Science and Applications. CRC Press.

Suparwoto & Waluyo, 2009. Peningkatan Pendapatan Petani di Rawa Lebak melalui Penganekaragaman Komoditas. Jurnal Pembangunan Manusia. Vol. 7 (1).

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.