Analisis Pendapatan Petani Ternak Sapi Di Desa Molores Kabupaten Morowali Utara

Helmi Mongi

Sari

Suatu kebiasaan yang sering dijumpai pada masyarakat tani Indonesia adalah melaksanakan dua atau lebih kegiatan usahatani secara bersama. Sebagai contoh usahatani antara  sektor tanaman pangan dengan sektor peternakan atau sektor perkebunan dengan sektor peternakan.

Indikasi dari pola usaha tani tersebut dapat dilihat dari jumlah ternak yang dimiliki hanya terdiri dari 2 atau 3 ekor pemeliharaan ternak seperti ini pun dilakukan dengan mengandalkan pada pengalaman turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat tani. Menurut Dirjen Peternakan bahwa sistem pemeliharaan ternak skala rumah tangga dapat memenuhi permintaan daging lokal, oleh sebab itu peternak tradisional tidak dapat disepelekan keberadaannya.

Dalam rangka mengetahui kegiatan usahatani ternak sapi di Kabupaten Morowali Utara khususnya Desa Molores, maka perlu dilakukan penelitian analisis pendapatan usahatani ternak sapi. Data yang telah dikumpulkan, ditabulasi kemudian dianalisis secara kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan usahatani.

Rata-rata pendapatan usahatani responden peternak sapi di Desa Molores, Kabupaten Morowali Utara adalah sebesar Rp. 7.575.692, dengan rata-rata total biaya dikeluarkan Rp. 424.308 dan rasio atau perbandingan penerimaan dan biaya R/C-ratio yaitu 18.85. Hal ini menunjukan bahwa usahatani ternak sapi yang dikelola oleh  responden di Desa Molores, Kabupaten Morowali Utara layak diusahakan.

Untuk meningkatkan kualitas dan produksi usahatani ternak diDesa Molores Kabupaten Morowali Utara, diharapkan pemerintah memperhatikan perkembangan masyarakat dalam pengelolaan usahatani ternak sapi.

Kata Kunci

Usahatani ternak sapi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

A Kaslan Tohir,. 1983. Seuntai Pengetahuan tentang Usahatani Indonesia. Jakarta : Bina Aksara.

Amar, A.L, 2008. Strategi Penyediaan Pakan Hijauan Untuk Pengembangan Sapi Potong di Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong, Palu.

A.T. Mosher, 1987. Menggerakan dan Membangun Pertanian. CV.Yasaguna,Jakarta.

Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah, 2007. Data Populasi Ternak Sulawesi Tengah.

Fadholi Hernanto, 1988. Imu Usahatani. Penebar Swadaya. JakartA

Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Fuad M, 2010, Pengantar Bisnis,PT.Gramedia Pustaka Utama,Jakata

Henry Simamora.2002. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Madaali, A.H, 2008. Menyahutu Program Pencapaian Percepatan Swasembada Daging Sapi 2010 di Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong, Palu.

Mubyarto, 1989. Pengantar Ilmu Ekonomi. LP3ES. Jakarta.

Pengantar Ekanomi Pertanian.LP3ES, Jakarta.

Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya, edisi 5, Aditya Media.: Yogyakarta.

Soehardjo, dan Dahlan Patong, 1979. Dasar-Dasar Analisis Usahatani. Unhas,Ujung Pandang

Soekartawi, 1995. Analisa Usahatani. Rajawali Press. Jakarta

Analisis Usahatani. UI Press, Jakarta.

Sudarsono, 1995, Pengantar Ekonomi Mikro, Jakarta, Penerbit : PT. Pustaka LP3ES

Supriyono, 2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Jakarta:Erlangga.

Talib, C.A. Bamualim, I. Inounu,2007. Restrukturisasi Peternakan di Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, Penerbit : Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Vol 5.

Zhafira 2012, Analisis Kelayakan Usaha.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.