Prevalensi Penyakit Scystosomiasis Pada Ternak Kerbau Di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso

Yan Alpius Loliwu, Dolvi Ngkiro

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit Schystosomiasis pada ternak kerbau di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. Metode penelitian ini menggunakan metode Sensus dimana ukuran populasi sebesar 40 ekor.

Pengambilan sampel  dilakukan dengan cara mengambil  feses kerbau yang masih segar dengan menggunakan sarung tangan dan selanjutnya  dimasukan dalam  plastik serta diberi label. Kemudian sampel di bawa ke laboratorium Scystosomiasis Desa Wuasa untuk dilakukan pemeriksaan.  Apabila hasil pemeriksaan secara mikroskopis ditemukan adanya telur-telur cacing Scystosoma japonicum maka  diberi tanda positif (+) dan jika tidak ditemukan  telur-telur cacing tersebut maka diberi tanda negatif (-).

Hasil pemeriksaan Laboratorium Scystosomiasis Desa Wuasa Kecamatan Lore Utara, diperoleh data jumlah kasus positif (+) Scystosomiasis pada ternak kerbau di Kecamatan Lore Utara berjumlah 3 ekor yang berasal dari Desa Sedoa, sedangkan sampel feses kerbau dari Desa Wuasa dinyatakan tidak terinfeksi Scystosomiasis (-) atau tidak ditemukan adanya telur-telur cacing Scystosoma japonicum. Bersasarkan hasil analisis data menggunakan rumus Gasperaz (1991), diperoleh  prevalensi penyakit  Scystosomiasis di Kecamatan Lore Utara sebesar 7,5%.

Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa prevalensi penyakit Scystosomaisis di Kecamatan Lore Utara sebesar 7,5%. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kasus penyakit Scystosomaisis antara lain dikarenakan sistim pemeliharaan masih bersifat ekstensif/tradisional, sistim pemberian pakan belum memperhatikan kuaiitas dan kuantitas pakan yang baik, masih rendahnya pengetahuan tentang  manajemen kesehatan  yang baik dan masih banyak  lahan-lahan yang tidak termanfaatkan sehingga terjadi genangan air sebagai media hidup dari keong Oncomelania huspensis dimana keong tersebut merupakan hospes terjaddinya infeksi penyakit Schystosomiasis.

Kata Kunci

Prevalensi, scystosomiasis dan ternak kerbau

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anonymous, 2006. Data Surveylans Schystosomiasis. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Palu.

Anonymous, 2008. Situasi Penayakit Schystosomiasis di Sulawesi Tengah 1984-2007. Laporan. Subdin Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Anonymous, 2013. Informasi Tentang Penyakit Schystosomiasis (Demam Keong). Program Pencapaian Swasembada daging Sapi dan Kerbau. Kegiatan Peningkatan Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan Yang ASUH. Direktorat Jenderal Peternakan. Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Anonymous, 2013. Statistik Peternakan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2013.

Dwiyanto. K dan Hardiwirawan.E, 2006. Strategi Pengembangan Ternak Kerbau Dalam Mendukung Kecukupan Daging Sapi. Prosedding Lokakarya Nasional. Puslitbang Peternakan Bekerja Sama Dengan Direktorat Perbibitan Ditjen Peternakan. Jakarta.

Kuhu. G, 2013. Upaya Pengendalian Penyakit Schystosomiasi Dins Peternakan dan Kesehatan Hewan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Makalh. Disampaikan Pada Pertemuan Penanggulangan Schystosomiasis Se-Sulawesi TengaahTahun 2013 di Palu.

Lumeno, 2012. Upaya Penanggulangna Penyakit Schystosomiasis Di Lembah Napu dan Lindu. Makalah Seminar Penyakit Schystosomiasis Di Provinsi Sulawesi Tengahdi Palu Tanggal 2 Agustus 2012. Pelaksan dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Bekerja Sama Dengan Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Tengah. Palu.

Lumeno, 2013. Startegi Baru Penanggulangan Schystosomiasis pada Hewan mamalia dan Fokus Primer di lokasi endemis Prioritas. Disampaiakan Pada Rakor PHM oleh Bidang Kesehatan Hewan Dan Kesmavet Dinas Peternakan Dan Kesehatan hewan daerah Provinsi Sulawesi tengah Tanggal 23 Juni 2013 di Palu.

Muahrsini., Suhardono dan Darminto, 2006. Inovasi Tehnologi Dalam Pengendalian Penyakit Pada ternak Kerbau. Prosedding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Dalam mendukung Program Kecukupan Daging sapi. 4-5 Agustsus 2006. Puslitbang Peternakan Bogor Bekerja Sama Dengan Direktorat perbibitan Ditjennak, Dinas Petenakan Provinsi Nusa Tenggara Barat Dan Pemda Kaabupaten Bogor.

Rukmana. R, 1991. Beternak Kerbau. CV. Yasaguna. Jakarta.

Sugiyono, 2004. Statistik Untuk penelitian. Cetakan Keenam Mei 2004. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Thalib Dan Zulbardi, 2009. Peningkatan Sumberdaya Kerbau Melalui Perbaikan Pakan. Seminar Nasional Peternakan Dan Veteriner. Bogor 18-19 November 2009.

Wirawan dan Purmadjaya, 2012. Inovasi tehnologi Dalam Pengendalian Penyakit Pada Ternak Kerbau. Prosedding Lokakarya Nasional di Palu oleh Puslitbang Peternakan Bekerajsama dengan Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi teengah dan dinas kesehatan Provinsi Sulawesi tengah Tanggal 4-5 Agustus 2012.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.