Kajian Morfologi dan Morfometri Telur Burung Maleo (Macrocephalon Maleo SAL.Muller 1846)

I Gusti Ngurah Putu Widnyanya

Sari

Burung maleo (Macrocepalon maleo, SAL MULLER, 1846) merupakan satwa endemik pulau Sulawesi yang keberadaannya dilindungi oleh undang – undang, namun saat ini populasinya terus menurun akibat berbagai faktor seperti degradasi dan fragmentasi habitat serta perburuan telur dan induk maleo. Degradasi habitat meliputi penurunan kualitas yang disebabkan oleh kerusakanhutan dan pengurangan luas akibat konservasi hutan sementara fragmentasi habitat disebabkan oleh konservasi hutan disekitar habitatnya sehingga menjadi terisolasi dan terpencar pencar dalam wilayah habitat yang kecil. Burung maleo memiliki sifat dan tingkah laku yang unik yang membedakannya dengan jenis burung yang lain yakni ukuran telurnya yang sangat besar dan proses penetasan telur menggunakan panas bumi dengan cara membenamkan telurnya kedalam tanah. Pengambilan telur maleo secara besar – besaran menyebabkan peningkatan laju kepunahan satwa tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji morfologi dan morfometri telur maleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa morfologi telur burung maleo yang diperoleh dari lokasi peneluran di Desa Balingara bentuknya berwarna merah muda, kerabang tidak licin, tidak mengkilap dan terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk normal oval dan bentuk oval elips. Dari 120 telur yang ditemukan, 105 butir telur (87,5 %) mempunyai bentuk oval normal dan 15 butir (12,5 %) berbentuk oval elips.Morfometri telur maleo yang diperoleh dari Desa Balingara yakni bobot telur rata – rata 211,70 ± 12,3 gram, panjang telur 10,18 ± 0,35 cm, lebar telur 6,12 ± 0,23 cm dan indeks telur 60,01 ± 0,03.

Kata Kunci

Maleo, morfologi, morfometri telur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Dhamayanti, E. 1997. Penetasan Telur, Pemeliharaan Anakan Dalam Upaya Penangkaran Burung Seriti (Colocolia linchi) Horsfield and More

Dekker R.W.R.J. 1990. Conservation and Biology of Megapodes (Megapodidae, Galliformes, Aves). Universiteit van Amsterdam. Institut Voor Taxonomische Zoologie.

Gunawan, H. 2000. Strategi Burung Maleo (Macrocephalon maleo SAL MULLer 1846) Dalam Seleksi Habitat Tempat Bertelurnya di Sulawesi. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

---------------, 1995. Struktur, sifat – sifat dan pemanfaatan telur maleo (macocephalon maleo). Jurnal Penelitian Kehutanan.(20) 14 – 17.

Lee, R.J., J.Riley., R. Merril., R.P. Manopo. 2001. Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Di Sulawesi Utara. WCS-IP dan NRM.

MacKinnon, J. (1981). Methods For The Conservation Of Maleo Birds, Macrocephalon Maleo On The Island Of Sulawesi, Indonesia. Biological Conservation 20, 183-193.

Mardiastuti, A. 1991. Differences in Size Among Waterbird Egg in Pulau Rambut. Some Preliminary Observation. Media Konservasi III. (2) ; 66 – 67.

Sutedja IGNN dan MY Indrabrata. 1993. Mengenal Lebih Dekat Satwa Yang Dilindungi : Burung, Biro Humas Sekretariat Jenderal Departemen Kehuatanan. Jakarta.

Tanari. M., Y. Rusiyantono, Hafsah. 2008. Teknologi Penetasan Telur Maleo (Macrocephalon Maleo Sal. Muller 1846) Sebagai Upaya Konservasi. J. Agroland 15 (4) : 336 – 342.

Welty, J.C.1982. The Life Of Bird. (3rd Ed) Saunders College Publishing Philadhelpia

Wiriosoepharto, A.S. 1979. Pengamatan Habitat dan Tingkah laku Bertelur Burung Maleo (M. maleo SALL. Muller) di Kompleks Hutan Dumoga Sulawesi Utara. Departemen Pertanian. Lembaga Penelitian Hutan Bogor.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.