PENGARUH KOMPOSISI TANAMAN TUMPANGSARI TERHADAP HASIL JAGUNG KUNING DAN KACANG TANAH

Toyip H

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi tanaman jagung dan kacang tanah yang tepat dalam memberikan hasil tertinggi dalam sistem tumpangsari.  Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok satu  faktor dengan perlakuan yang dicobakan terdiri atas 5 taraf berdasarkan populasi tanaman monokulturnya yaitu J0: monokultur jagung, J1: monokultur kacang tanah, J2: 3 : 3 (3 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J3: 1 : 3 (1 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J4: 2 : 5 (2 jalur jagung:5 jalur kacang tanah). Pengamatan dilakukan terhadap variabel pertumbuhan jagung dan kacang tanah, komponen hasil jagung dan kacang tanah dan variabel tumpangsari. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa monokultur jagung dan kacang tanah berbeda dengan semua perlakuan kecuali pada tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah, untuk  pengamatan luas daun jagung menunjukkan nilai yang sama. Selanjutnya tumpangsari dengan komposisi 1 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah pada tinggi tanaman kacang tanah menunjukkan nilai yang berbeda dengan semua perlakuan. Selanjutnya komponen tumpang sari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai NKL yang berbeda dengan komposisi yang lain dan menunjukkan nilai NKL yang sama dengan monokultur jagung dan kacang tanah. Tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai KKR yang berbeda dengan semua perlakuan.

Kata Kunci: Tumpang sari, NKL, KKR, Jagung Kuning, Kacang Tanah

Teks Lengkap:

XML

Referensi

Akil, M dan A. H. Dahlan, 2009. Budidaya Jagung dan Diseminasi Teknologi. Balai penelitian Tanaman Serelia, Maros, Bogor.

Andrianto, T.T., Indarto, N. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Buncis, Kacang Tanah. Yogyakarta.

Beet, W, 1982. Multiple Cropping and Tropical Farming System. Gower Pub. Ltd. Hamshire.

Catharina Theresia Suzanna, 2009. Respon tanaman jagung pada sistem monokultur dengan Tumpangsari kacang-kacangan terhadap ketersediaan Unsur hara n dan nilai kesetaraan lahan di lahan kering. GaneÇ Swara Edisi Khusus Vol. 3 No.3 Desember 2009.

Gardner, FP., R. B. Pearce dan Mitchell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya (Terjemahan Herawati Susilo). Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Gomez A. K dan Gomez A. A, 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Jakarta. Universitas Indonesia.

Harjadi, M.M. Sri Setyati, 1980. Pengantar Agronomi. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. PT Gramedia Jakarta.

Huda, A.K.S dan S.M. Virmani, 1987. Agroclimate Environment of Chickenpea and Pigeonpea dalam Adaptation of Chickenpea and Pigeonpea to Abiotik Stress. India.

Marzuki, R. 2007. Bertanam Kacang Tanah. Jakarta : Penebar Swadaya.

Palaniapan, S.P., 1988. Cropping System In The Tropics Principle and Management. Willey Eastern Limited.

Prajitno, D. 1987. Untung Rugi Pertanaman Tumpangsari Suatu Penekanan Sistem. Kertas Kerja disajikan Pada Pertemuan Sarasehan Pertanian. Peringatan Hari Perusahaan Nasional lll di Sleman.

Rahayu Sri dan Budi Luluk Sulistiyo, 2011. Tumpang Sari Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) dengan Wijen (Sesamum indicum L.) sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Lahan Kering. Agritek Volume 12 Nomor I maret 2011.

Susilowati, 2001. Pengaruh Pupuk KaLium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Stury). Jurnal Budidaya Pertanian. Vol. 7 (1):36-45.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.