TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL TERNAK KERBAU DI KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO
DOI:
https://doi.org/10.71127/2828-9250.14Abstrak
Usaha ternak kerbau telah diupayakan untuk menjadi salah satu andalan usaha peternakan di Kabupaten Poso. Upaya pengembangan masih berjalan lamban karena masih banyak peternak yang melakukan usaha ternak secara tradisional dan terbatasnya informasi tentang pemasaran kerbau. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara biaya pemasaran kerbau yang dikeluarkan oleh pedagang dengan keuntungan pemasaran yang diperoleh pedagang yang terlibat dalam pemasaran kerbau di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran kerbau yang melibatkan peternak dan pedagang. Distribusi marjin terbesar pada saluran I, II, III dan IV terdapat pada pedagang pengumpul, sedangkan pada saluran V pada peternak maju. Pada saluran I, II dan III peternak biasa maupun peternak maju memperoleh keuntungan tertinggi sehingga dapat dinyatakan bahwa ketiga saluran cukup efisien untuk peternak. Biaya pemasaran yang paling dominan pengaruhnya terhadap keuntungan pedagang pengumpul I dan III adalah biaya retribusi dengan kontribusi sebesar 96,1% terhadap keuntungan pedagang pengumpul I dan 84,2% terhadap keuntungan pedagang pengumpul III. Harga di tingkat peternak dengan harga di tingkat konsumen belum terintegrasi secara vertikal sehingga belum terbentuk struktur pasar yang bersaing sempurna. Perubahan harga di tingkat pedagang pengumpul I sangat mempengaruhi elastisitas harga di tingkat konsumen dengan kontribusi 75% terhadap variasi perubahan harga di tingkat konsumenReferensi
Abbot, Makeham. 1981. Agricultural Economics and Marketing In The Tropics. Longman Group Limited. Essex.
Anonymous. 1987. Intensifikasi Ternak Kerbau melalui Sapta Usaha. Swadaya Peternakan Indonesia No.28. hal.32-33, Jakarta.
Azzaaino, Z. 1982. Pengantar Tata Niaga Pertanian. Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Banjar Baru.
Cramer, Jensen. 1979. Agriculture Economics and Agribusiness. Jhon Wiley and Son. New York.
Downey, D.L and Erickson, D.W. 1987. Agribusiness Management. Prentice Hall Ltd. Singapore
Hadisaputro, S. 1973. Pembangunan Pertanian. UGM Yogyakarta.
Hernanto, Fadholi. 1989. Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta 298 hal.
Kartasapoetra, A.G. 1993. Pengantar Ekonomi Produksi Pertanian. Bina Aksara. Jakarta.
Masyrofie. 1994. Pemasaran Hasil Pertanian. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.
Mubyarto 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta. 305 halaman.
Nazir. M. 1988. Metode Penelitian Sosial. Galia Indonesia, Jakarta
Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. Jakarta.
Soeharjo, A., dan Patong, D. 1982. Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian IPB,Bogor.
Soekartawi. 1997. Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta 204 hal.
Soekartawi, Suhardjo, A., Dillon, J.L. dan Hardaker, J.B. 1986. Ilmu Usaha Tani dan Penelitian Untuk Pengembangan Peternak kecil. Universitas Indonesia. Jakarta.