Tingkat Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea Americana) pada Waktu Penyambungan yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.71127/2828-9250.358Kata Kunci:
Alpukat, Sambung Pucuk, waktu penyambungan,Abstrak
Alpukat (Persea americana). Merupakan tanaman buah berupa pohon. Alpukat berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah. Alpukat ditanam dikawasan tropis dan subtropis, termasuk juga di kawasan Indonesia (Budiana, 2013). Pengembangan tanaman pohon ini di Indonesia mulanya terkonsentrasi di pulau Jawa, namun sekarang menyebar hampir diseluruh Indonesia (Rahmawati, 2010). Perbanyakan dan pengembangan alpukat dapat meningkatkan produktifitas, salah satunya penyambungan (grafting) sambung pucuk. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian tingkat keberhasilan sambung pucuk alpukat pada waktu penyambungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Penelitian ini dimulai dari bulan Mei-Juni 2019, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan waktu (W) sambung pucuk pada varietas mentega, 5x21 unit tanaman, total 105 bibit alpukat. Dengan perlakuan W1:waktu penyambungan jam 06.00-08.00, W2:waktu penyambungan jam 08.00-10.00, W3:waktu penyambungan jam 10.00-12.00. Berdasarkan hasil penelitian Perlakuan waktu penyambungan entris tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.Referensi
Badan Pusat Statistik. 2011. Produktivitas Tanaman Buah . BPS, Jakarta.
BAPPENAS. 2000. Alpukat/Alvokat (persea americana Mill)/ (Persea gratisma Geartah). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta.
BPS. 2015. Perkiraan Permintaan Buah di Indonesia Sampai Dengan Tahun 2015.
Budiana, N.S. 2013. Buah Ajaib Tumpas Penyakit. Penyebar Swadaya. Jakarta
Jumin, H.B. 2008. Dasar-dasar Agronomi. Edisi Revisi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Kemal, Prihatman. 2000. Alpukat/alvocado. Sistem informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan BAPPENAS. Jakarta
Kemas Ali. 2005. Perancangan Percobaan PT Raja Grafindo Persada Jakarta.
Lakitan, B. 2001. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.
Mertade, H dan Basri 2. 2011. Pengaruh Diameter Pangkal Daun Pada Entris Terhadap Pertumbuhan Tunas Kakao. Mediun Litbang Sulteng IV (1) 01-07 Juni.
Rahmawati, R. 2010. Khasiat dan cara olah Alpukat. Pustaka Baru Press, Jogjakarta.
Haryono 2001. Zat Pengatur Tumbuh Dalam Pertanian. Yayasan Bina Fakultas Pertanian. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tirtawinata, M.R., 2003. Kajian Anatomi dan Fisiologi Sambungan Bibit Manggis
dengan Beberapa Anggota Kerabat Cluciaceae. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Widyastuti, Y.E dan F.B. Paimin. 1993. Mengenal Buah unggul Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta.