Kajian Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Lada (Piper nigrum L.) di Dusun Ratalemba Desa Masanni Kecamatan Poso Peisisir

Penulis

  • Karisma Muhammad Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fak Pertanian Universitas Sintuwu Maroso
  • Ita Mowidu Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fak Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

DOI:

https://doi.org/10.71127/2828-9250.515

Kata Kunci:

Kimia tanah, lada, lahan datar, lahan landai,

Abstrak

Sifat kimia tanah adalah keseluruhan reaksi fisiko-kimia dan kimia yang berlangsung antar penyusun tanah dan bahan yang ditambahkan kepada tanah. Sifat kimia tanah dapat digunakan untuk menilai apakah suatu tanah merupakan tanah yang potensial atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah di bawah tegakan tanaman lada pada berbagai kondisi bentang lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di bawah tegakan lada kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui beberapa sifat kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanah di bawah tegakan lada dengan kondisi bentang lahan datar memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi bentang lahan landai. Kadar bahan organik (C organik) berkorelasi positif terhadap kadar N, P, K dan KTK tanah. Semakin tinggi kadar bahan organik, semakin tinggi pula kadar N, P, K dan KTK tanah. Berdasarkan hasil analisis beberapa sifat kimia tanah yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk lada, maka tanah pada bentang lahan landai memerlukan input yang lebih tinggi untuk menaikkan kategori kelas kesesuaiannya.

Referensi

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas

Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 166 hal.

Eviati&Sulaeman, 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air

dab Pupuk. Petunjukteknis.Edisi 2. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Hanafiah, K.A., 2010. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT Rajagrafindo

Persada. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2015. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.

Ihsan, M., 2017. Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Pada Lahan

Kebun Campuran dan Bekas Lahan Sawah di Kelurahan Panau Kecamatan Tawaeli. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu.

Mowidu, I., Bambang H. Sunarminto, Benito H. Purwanto & Sri Nuryani H.U. 2017. Modifikasi Pengelolaan Lahan Padi Sawah Pada Rawa Lebak Yang Mengandung Fe Tinggi Dengan Sumber Bahan Lokal, Pengelolaan Air Dan Dolomit. Disertasi. Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Nenobesi, Dj., W. Mella, dan P. Soetedjo. 2019. Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Pangan, Vol. 26 (1) : 43 - 56

Reddy, K.R. & R.D. Delaune, 2008. Biogeochemistry of Wetlands:

Science and Applications. CRC Press. Rosmarkam, A. & N.W.

Yuwono, 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Soelaksini L.D., V. A. Yesi dan Herlinawati, 2018. Aplikasi Jenis Pupuk Padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) Bonggol Pisang Terhadap

Produksi Kacang Hijau (Vignaradiata L.) Varietas Vima-1. Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences. Vol. 2 (2): 98-105.

Suprapto dan Alvin Yani, 2008. Teknologi Budidaya Lada. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian

dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 23 hal.

Tisdale, S.L. & W.L. Nelson, 1975. Soil Fertility and Fertilizers. 3rd Ed. Macmillan Publishing Co. New York.

Widiyawati, I. ∙ T. Harjoso ∙ T. T. Taufik. 2016. Aplikasi pupuk

terhadap hasil kacang hijau (Vigna radiate L.) di ultisol. Jurnal Kultivasi Vol. 15(3) : 159-163.

Winarso, S., 2005. Kesuburan Tanah: Dasar Kesehatan dan Kualitas

Tanah. Gavam Media. Yogyakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2023-03-16