Analisis Break Event Point pada Usaha Depot Air Minum Ar-Ridho Poso
Kata Kunci:
Break Event Point, Margin Of Safety, Biaya VariabelAbstrak
Tujuan penelitian untuk mengetahui Break Event Point (BEP) dan Margin Of Safety (MOS). Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data keuangan Depot Air Minum AR-RIDHO pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah metode perhitungan Break Event Point dan Margin Of Safety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 break event point sebesar 24.690 unit atau Rp.57.645.295, dengan pencapaian penjualan sebesar Rp.138.464.000. Pada tahun 2023, break event point sebesar 24.459 unit atau Rp. 57.258.420, pencapaian penjualan sebesar Rp.138.052.000. Sementara itu, pada tahun 2024 break event point sebesar 24.126 unit atau Rp.56.891.719, pencapaian penjualan sebesar Rp.138.600.000. Perhitungan Margin Of Safety menunjukkan bahwa pada tahun 2022 tingkat margin of safety sebesar 58%, yang berarti bahwa penurunan pendapatan penjualan hingga Rp.80.309.120 akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Pada tahun 2023, tingkat margin of safety tetap sebesar 58% dengan potensi kerugian sebesar Rp.80.071.320 jika terjadi penurunan pendapatan penjualan hingga batas tersebut.Hal yang sama terjadi pada tahun 2024, dengan margin of safety sebesar 58% dan potensi kerugian sebesar Rp.80.388.000Referensi
Akuntansi, J., & Ratulangi, U. S. (2018). 3 1,2,3. 13(3), 355–364.
Aminus, R., & Sarina, R. (2022). Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PT. Golden Oilindo Nusantara Palembang. Jurnal Manajemen, 10(3), 354–374.
Bastian, B., & Nurlela, N. (2010). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Carter, W. K. (n.d.). Milton F. usry,(2012). Cost Accounting, Buku, 1.
Carter, W. K. (2009). Akuntasi Manajemen Edisi 14. Jakarta: Salemba Empat.
Devi, L., Mulyati, S., & Umiyati, I. (2020). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Pengalaman Keuangan, Tingkat Pendapatan, Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Keuangan. JASS (Journal of Accounting for Sustainable Society), 2(02).
Diana, S. R. (2018). Analisis Laporan Keuangan dan Aplikasinya. Bogor: In Media.
Gardjito, M., & Swasti, Y. R. (2018). Jenis Biaya. Journalof Chemical Information and Modeling, 53(9), 1669–1689.
Hatta, A. J., & Riyanto, B. (2013). Agus Sartono.(2001). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE..(2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE. Ahmad juma’h, 2008. The Financial Factors Influencing Cash Dividend Policy: A. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol, 2(1), 1–4.
Kadek Suantari, N., & Lantang, K. (2021). Analisis Break Even Point (Bep) Pembuatan Gula Aren Di Desa Betalemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Jurnal EKOMEN, 21(1), 21.
Manuho, P., Makalare, Z., Mamangkey, T., & Budiarso, N. S. (2021). Analisis Break Even Point (Bep). Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat, 5(1), 21. https://doi.org/10.32400/jiam.5.1.2021.34692
Munawir, S. (2018). Analisa laporan keuangan. Liberty.
Riyanto, B. (2001). Dasar dasar pembelanjaan perusahaan.
Supriyono, R. A. (2009). Akuntansi Manajemen: Proses Manajemen. Penerbit: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Yogyakarta.
Sutrisno, S. (2013). Manajemen Keuangan: Teori Konsep dan Aplikasi, Cetakan Ke-9. Yogyakarta: Ekonisis.
Wahyuni, N. (2022). Analisis Biaya Variabel dan Biaya Tetap Terhadap Pendapatan Warung Makan Lesehan Pondok Bambu Kec. Mappedeceng. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO.
ZUBAIDI, F. (1995). Pendekatan Break Even Dalam Analisis Bvl Sebagai Alat Perencanaan Laba Kasus Pada 8 Perusahaan Industri Kimia Dasar Di Surabaya. Universitas Airlangga.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Ciptaan disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 InternationalÂ
Siapa saja diperbolehkan berbagi, menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, adaptasi, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun termasuk kepentingan komersial