Pembinaan Aparatur Terhadap Peningkatan Kinerja pada Kanor Lurah Gebangrejo Barat Kecamatan Poso Kota

Rilfayanti Thomassawa

Sari

Pembinaan Sumber Daya Manusia berarti kegiatan yang dilakukan terhadap keberadaan Sumber Daya Manusia (Pegawai) dalam suatu Organisasi, agar mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam melakukan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin. Sehiggga untuk mewujudkan pegawai sebagaimana yang dimaksud diatas maka Pegawai Negeri Sipil perlu dibina dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan pembinaan ini untuk membentuk sikap aparatur negara agar berorientasi kepada pembangunan dan bertindak sebagai pemerakarsa pembaharuan dan bertindak sebagai penggerak pembangunan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Aparatur Terhadap Peningkatan Kinerja Pada Kantor Lurah Gebangrejo Barat Kecamatan Poso Kota, sedangkan lokasi penelitian ini adalah Kantor Lurah Gebangrejo Barat Kecamatan Poso Kota, Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif sedangkan jumlah populasi yang di ambil adalah 9 Orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembinaan Aparatur Terhadap Peningkatan Kinerja Pada Kantor Lurah Gebangrejo Barat Kecamatan Poso Kota masih kurang maksimal, dari 8 Responden terdapat 1 Responden atau 12,5 % responden menyatakan Sangat maksimal terhadap Efektivitas kerja seorang pegawai, 2 Responden atau 25 % menyatakan maksimal, 3 reponden atau 37,5% responden menyatakan kurang maksimal, dan 2 atau 25% responden menyatakan tidak maksimal, sebab dalam pembinaan sumber daya manusia hanya lebih ditekankan pada tuntutan jabatan dan perkembangan teknologi yang seharusnya pembinaan sumber daya manusia dimulai dengan melihat keahlian yang masih kurang. Oleh karena itu Pembinaan Sumber Daya Manusia harus maksimal yaitu agar setiap pegawai diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah daerah sesuai dengan usulan dari instansi masing-masing sehingga berpengaruh terhadap efektivitas kerja seorang pegawai, Untuk Pengembangan diri melalui pendidikan formal kiranya dapat ditingkatkan dengan memberikan kebijakan izin belajar, maupun tugas belajar dan bantuan beasiswa kepada pegawai kantor dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia/pegawai itu.

Kata Kunci

Pembinaan, Aparatur, Kinerja

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Arikunto Suharsimi.Dr.Prof, 2002, Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.

Atmodudirdjo, 2007, Dasar - Dasar Adminstrasi Manajemen, Telaga Bening, Jakarta.

Gie, The Liang, 2000. Administrasi Perkantoran Moderen, Liberty, Jogjakarta.

Hasibuan, Malayu S.P, 2001. Manajemen : Dasar, Pengertian, dan Masalah, Edisi Revisi, Bumi Aksara Jakarta.

Hasibuan, Malayu S.P., 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta.

Handoko Hani. T, 1986. Manajemen. Edisi II. BTFE. Yogyakarta.

Kaho, Josef Riwu, 2002. Prospek Otonomi Daerah Di Negara Republik Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Moekijat. 1998 Strategi Pengembangan Kepegawaian. PT. Pradnya Paramita Jakarta.

Sugiyono, 2002. Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung.

Siagian, Sondang P., 2001. Administrasi Pembangunan : Konsep, Dimensi, dan Strateginya, Bumi Aksara Jakarta.

Tjokrominoto, 1992. Reformasi Nasional Penyelenggaraan Good Governance dan Perwujudan Masyarakat Madani, LAN Jakarta.

Tayibnapis, Burhanuddin A, 1995. Administrasi Kepagawaian: Suatu Tinjauan Analitik, PT. Pradnya Paramita Jakarta.

Thoha, Miftah, 2002. Pembinaan Organisasi : Proses Diagnosa, PT. Raja Grafindo Jakarta.

Widjaja A.W., 1995. Pemerintahan Desa dan Administrasi Desa Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 (Sebuah Tinjauan), PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Widyosiswoyo, 2001. Pedoman Praktis Manajemen. Alfabeta Bandung

Wursanto, 1999. Manajemen Pelatihan Kepegawaian. CV. Eko Djaya Jakarta

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.