Analisis Potensi Wilayah Perbatasan Entikong-Sarawak untuk Mendukung Program Transmigrasi di Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.71127/2722-8185.897Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensiwilayah Entikong untuk mendukung Transmigrasi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi dokumen (documentary research). Data bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik, dokumen perencanaan dan kebijakan, laporan kelembagaan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis melalui sintesis dokumen dan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki kekuatan pada posisi geografis strategis, keberadaan PLBN Entikong, aktivitas perdagangan lintas batas, potensi pertanian dan perkebunan, serta dukungan kebijakan pemerintah. Namun, kawasan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, rendahnya hilirisasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan ketergantungan terhadap produk Malaysia. Nilai IFAS sebesar 2,75 dan EFAS sebesar 2,87 menempatkan kawasan pada Kuadran I dengan strategi pertumbuhan. Strategi prioritas diarahkan pada penguatan konektivitas Sekayam-Entikong, hilirisasi komoditas lokal, penguatan UMKM dan kelembagaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola perbatasan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan perlu menghubungkan Sekayam sebagai basis produksi dengan Entikong sebagai pusat perdagangan, pelayanan, dan logistik perbatasan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Administratie

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.