Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Air Kelapa Sebagai Pelaksanaan P5 Di SMP GKST Poso

Penulis

  • Ita Mowidu Universitas Sintuwu Maroso Poso
  • Yan Alpius Loliwu Universitas Sintuwu Maroso Poso
  • Jelfian Kamawo Universitas Sintuwu Maroso Poso
  • Tafririn Ramadhan Universitas Sintuwu Maroso Poso

DOI:

https://doi.org/10.71127/2808-9073.786

Kata Kunci:

gaya hidup berkelanjutan, limbah air kelapa, pupuk organic cair, P5

Abstrak

Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan pada satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan yang sederajat mengharuskan untuk melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tim P5 satuan Pendidikan, dalam hal ini SMP GKST Poso, mengalami kendala teknis dalam implementasi pelaksanaan P5. Sementara itu, air kelapa sebagai limbah usaha penggilingan kelapa, usaha penjualan santan kelapa dan usaha kopra belum dimanfaatkan. Air kelapa tersebut hanya dibuang begitu saja. Padahal limbah air kelapa dapat diolah dan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Penggunaan limbah air kelapa sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic cair (POC) digunakan sebagai salah satu implementasi pelaksanaan P5 di SMP GKST Poso, khususnya tema 1 tentang gaya hidup berkelanjutan dan tema 6 tentang berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI. Karena itu, telah dilakukan kegiatan dalam bentuk ceramah, pelatihan dan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa. Ceramah telah dilakukan oleh Tim Pelaksana yang dihadiri oleh siswa-siswi SMP GKST Poso kelas VIII dan Wakil Kepala. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa (1) kegiatan pelatihan pembuatan POC limbah air kelapa meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII dari tidak tahu atau agak tahu menjadi tahu dan sangat tahu; (2) kegiatan demonstrasi cara pembuatan POC limbah air kelapa menjadikan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII mengetahui alat dan bahan serta cara pembuatannya; (3) kegiatan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa menjadikan siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII dapat menerapkan cara pembuatannya dengan baik, benar dan tepat; dan (4) hasil kegiatan pelatihan pendampingan pembuatan POC limbah air kelapa adalah bukti karya pelaksanaan P5 bagi siswa dan siswi SMP GKST Poso kelas VIII, khususnya tema 1 tentang gaya hidup berkelanjutan dan tema 6 tentang berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI.

Referensi

Barciszewski, J., Massino, F. & Clark, B.F.C. (2007) Kinetin—A Multiactive Molecule. International Journal of Biological Macromolecules. 40 (3), 182– 192.

Gore, N.S. & Sreenivasa, M.N. (2011) Influence of Liquid Organic Manures on Growth, Nutrient Content and Yield of Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) in the Sterilized Soil. Karnataka Journal of Agricultural Sciences. 24 (2), 153–156.

Kepmendikbudristek nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, Dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka.

Ma, Z., Ge, L., Lee, A.S.Y., Yong, J.W.H., Tan, S.N. & Ong, E.S. (2008) Simultaneous Analysis of Different Classes of Phytohormones on Coconut (Cocos nucifera L.) Water Using High-Performance Liquid Chromatography and Liquid ChromatographyTandem Mass Spectrometry after Solid-Phase Extraction. Analytica Chimica Acta. 610 (2), 274– 281. doi:10.1016/j.aca.2008.01.045

Netty, W. (2002) Optimasi Medium untuk Multiplikasi Tunas Kana (Canna hibryda Hort.) dengan Penambahan Sitokinin. J. Biosains dan Bioteknologi Indonesia. 2 (1), 27–31.

Saritha, M., Vijayakumari, B., Hiranmai, Y.R. & Kandari, L.S. (2013) Influence of Selected Organic Manures on the Seed Germination and Seedling Growth of Cluster Bean (Cyamopsis tetragonoloba (L.) Taub). Science, Technology and Arts Research Journal. 2 (2), 16–21

Seswita, D. (2010) Penggunaan Air Kelapa sebagai Zat Pengatur Tumbuh pada Multiplikasi Tunas Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Littri. 16 (4), 135–140,

Yong, J.W.H., Ge, L., Ng, Y.F. & Tan, S. (2009) The Chemical Composition and Biological Properties of Coconut (Cocos nucifera L.) Water. Molecules. 14, 5144–5164.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-16