Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Desa Betalemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupataen Poso

Yunruth Marande, Abd Malik Saleh

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kegiatan pemberdayaan masyarakat antara lain adalah pengembangan ekonomi desa.Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Di Desa Betalemba menggunakan tiga pendekatan yaitu: a. Upaya Itu Harus Terarah, Pelaksanakan Pemberdayaan masyarakat di desa Betalemba diawali dengan sosialisasi, tujuannnya adalah agar setiap masyarakat dapat mengetahui program BUMDes. Sosialisasi dilakukan dengan cara mengundang masyarakat bermusyawarah bersama untuk menjelaskan visi dan misi BUMDes serta memperkenalkan ke enam jenis usaha yang di kelola oleh BUMDes yaitu usaha wifi, molen cor, pompa pasir, garandong, catering, dan mebel serta menjelaskan keuntungan hadirnya BUMDes Sintuwulemba. b. Penyertaan Modal dari pemerintah desa Betalemba sebesar Rp. 175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah). c. Dilaksanakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran melalui pendekatan kelompok yaitu adanya kerjasama antara pihak BUMDes dan masyarakat karena program BUMDes tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada kerjasama dengan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan di desa Betalemba yaitu; Faktor Pendukung adanya partisipasi atau keikutsertaan masyarakat pada pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sedangkan Faktor penghambat tidak adanya Sarana dan Prasarana BUMDes (komputer dan kantor BUMDes) dan Kurangnya Kesadaran masyarakat dalam memakai barang-barang yang disewakan oleh BUMDes agar dapat dipakai dalam jangka panjang.

Community empowerment is one of the efforts to improve community welfare, community empowerment activities include village economic development.Village Community Empowerment through Village Owned Enterprises (BUMDES) In Betalemba Village, three approaches are used, namely: a. The effort must be directed, implementing community empowerment in Betalemba village begins with socialization, the goal is that every community can know the BUMDes program. The socialization was carried out by inviting the community to hold deliberations together to explain the vision and mission of BUMDes as well as introducing the six types of businesses managed by BUMDes, namely wifi business, cast molen, sand pump, garandong, catering, and furniture as well as explaining the advantages of the presence of BUMDes Sintuwulemba. b. Capital participation from the Betalemba village government is Rp. 175,000,000 (one hundred and seventy five million rupiah). c. It is carried out by the targeted community through a group approach, namely the existence of cooperation between the BUMDes and the community because the BUMDes program will not run well if there is no collaboration with the community. The factors that influence empowerment in Betalemba village are; Supporting factors for community participation or participation in the management of Village Owned Enterprises (BUMDes). While the inhibiting factors are the absence of BUMDes facilities and infrastructure (computers and BUMDes offices) and the lack of public awareness in using goods rented by BUMDes so that they can be used in the long term.

Keywords

Pemberdayan; BUMDes

Full Text:

PDF

References

Ambar Teguh Sulistiani. 2004. Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan, Yogyakarta, Gala Media.

Chambers, Robert. 1994. Participatory Rural Appraisal (PRA): Memahami Desa Secara Partisipatif. Oxfam: Yayasan Mitra Tani.

HAW. Widjaja, 2004. Otonomi Desa, Rajawali Pers, Jakarta

Kartasasmita, Ginjar. 1996. Ekonomi Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta: CIDES.

Mardikamto. Totok, 2012. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijkan Publik. Bandung Alfabeta.

Sadu Warsito, M. Irwan Tahir, 2006, Prospek Pengembangan Desa, Fokus Media, Bandung.

Subejo. 2013. Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: Bunga Rampai

Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA

Suharto, Edi. 2005. Analisis Kebijakan Publik: Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Jakarta: Alfabeta.

Suhendra. 2006. Peranan Birokrasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Surya, Putra. 2015. Buku 7 Badan Usaha Milik Desa: Spirit Kolektif desa. Kementrian desa,

Pembangunan Daerah Tertinggal. Dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Papilaya, Eddy Ch. 2001. Wacana Pembangunan Alternative. Yogyakarta: Sr-Ruzz Madia.

Prijono & Pranaka. 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: Center For Strategic and International Studies.

Rukminto, Isbandi. 2008. Perencanaan Partisi Patoris Berbasis Aset Komunitas: Dari Pemikiran Menuju Penerapan. Jakarta: Gudang Ilmu

Fitria, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melaui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Jurnal Ekonomi,

Adi Islamic Economic, Volume 1 No. 1 2020.

https://www.neliti.com/id/publications/318662/pemberdayaan-ekonomi-masyarakat-melalui-badan-usahamilik-desa-bumdes

Nirwati, Muhammad Amir, Jopang , Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan

Kesejahteraan Masyarakat Desa Di Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, Jurnal Administrasi

Pembangunan Dan Kebijakan Publik, Volume 10, No. 2 Tahun 2019.

http://ojs.uho.ac.id/index.php/publika/article/download/10605/7447

Abdul Wahid Al Mubarraq Hamka, Irwanti Said, Sakaruddin M. Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Terapung, Jurnal

Washiyah, Volume 1. No. 2 2020 https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/washiyah/article/view/14558

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.